Wisata Tangkuban Perahu Bandung: Info Lokasi, Harga, dan Legendanya

Saat traveling ke Bandung, rasanya tak lengkap kalau tak mengunjungi Gunung Tangkuban Perahu. Kita bisa menikmati kawah-kawah yang cantik dan kece di sini.

Di balik cantiknya Tangkuban Perahu, ada kisah legenda Sangkuriang yang sangat terkenal.

Lokasi: Kelurahan Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat

Jam operasional: 07.00-17.00  WIB

Harga: Rp22-31 ribu

Gunung Tangkuban Perahu selalu dikaitkan dengan kisah legenda Sangkuriang yang jatuh cinta kepada Dayang Sumbi, ibunya sendiri. Saat Sangkuriang ingin menikahi ibunya sendiri, Dayang Sumbi memberikan syarat yang mengharuskannya untuk membangun perahu dan telaga dalam satu malam.

Namun, usahanya gagal, sehingga ia menendang perahu tersebut. Nah, posisi perahu yang terbalik saat ditendang ini konon membentuk Gunung Tangkuban Perahu.

Saat mengunjungi Gunung Tangkuban Perahu, kamu akan melihat keindahan kawah-kawahnya. Ada Kawah Ratu, Kawah Upas, dan Kawah Domas yang menawan. Ketiga kawah ini jaraknya saling berjauhan, kalau kamu ingin menyusuri semuanya pastikan datanglah sejak pagi hari.

Lelah berjalan kaki saat mengelilingi kawasan wisata ini? Kamu bisa naik kuda yang disewakan warga sekitar. Harganya hanya Rp50 ribuan untuk sekali naik kuda.

Tak perlu takut kelaparan saat ke sini, karena banyak sekali warung yang menyediakan aneka kuliner enak. Dilengkapi pula dengan minuman hangat yang cocok dinikmati saat cuaca dingin.

Tips-tips yang bisa kamu terapkan saat mengunjungi Wisata Tangkuban Perahu.

  1. Pakailah baju hangat, karena udaranya sangat dingin di sini.
  2. Gunakan alas kaki yang nyaman biar gak lecet saat berkeliling.
  3. Tak disarankan datang saat musim hujan, karena anginnya bakal sangat kencang.
  4. Datanglah saat pagi hari biar bisa berkeliling sepuasnya.
  5. Selalu patuhi protokol kesehatan ke mana pun kamu berada ya!

Informasi lengkap Wisata Tangkuban Perahu, Bandung, di atas bisa jadi bekalmu saat liburan ke sana. Selalu berhati-hati dan tetap patuhi protokol kesehatan, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *